Dengan disahkannya RUU BPJS oleh DPR hari ini menjadi UU, maka
perjuangan dari rakyat miskin, dan buruh tenaga kerja kelihatannya
berhasil dan akan memulai masa baru masa depan yg lebih baik . Kita
bersyukur achirnya RUU ini bisa disahkan oleh Sidang Pleno DPR menjadi
UU dengan masa sidang yg cukup panjang dan melelahkan . Tapi BPJS (
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ) ini baru akan dimulai
pelaksanaannya pada Tahun 2014 .Itupun untuk tahap Pertama yaitu Jaminan
kesehatan .Sedangkan tahap keduanya untuk jaminan hari tua ,jaminan
kecelakaan, jaminan kelahiran dan jaminan kematian baru akan dimulai
Juli 2015 .Jadi dari waktu sekarang sampai 2014 untuk jaminan kesehatan
masih berlaku asuransi kesehatan yg lama .Sedang kita tahu cara
pelayanannAskes itu sangat mempersulit rakyat miskin yg sudah tidak
berdaya. Rakyat miskin yg akan berobat harus meminta surat tanda miskin
dari kelurahan dan kecamatan . Kenapa hal itu tidak disingkatkan
dipermudah saja, cukup diketahui oleh Rt dan RW setempat. Para petugas
Rumah sakit dan yg berwenang hendaknya punyalah sedikit empati pada
orang yg lagi kesusahan . Jangan kita hanya menyatakan kita negara Panca
Sila , tapi kita tidak memperlihatkan dalam tindakan dan perbuatan kita
yg Panca Silais , yg berperi kemanusiaan . Hendaknya di negeri ini
tidak ada lagi rumah sakit yg menolak menolong orang miskin . Jangan
ada lagi rumah sakit yg menyandera bayi yg dilahirkan karena orang
tuanya tak sanggup membayar biaya melahirkan . Rakyat itu telah banyak
menderita dan berkorban sudah menjadi kewajiban negara untuk
menanggungnya seperti yg diterakan dalam konstitusi .
Sabtu, 30 Juni 2012
Jumat, 29 Juni 2012
NasDem Dituntut Konsisten Jadi Partai Kaum Muda
Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Nasional Demokrat harus konsisten sebagai partai untuk kaum muda. Menurut Pengamat politik Universitas Indonesia, Boni Hargens, hal tersebutlah yang membuat popularitas partai terus naik.
"Sebagai partai alternatif, partai yang ingin membangun tradisi politik baru di Indonesia sesuai dengan semangat kaum muda yang dinamis, moderat, proaktif, dan inovatif, NasDem mesti konsisten dengan kepemimpinan muda. Kalau pengurus diganti dengan wajah tua, malah menjadi kontraproduktif dan tidak sesuai dengan semangat awal NasDem," kata Boni pada wartawan seperti dilansir MediaIndonesia.com, Jakarta, Kamis (28/6).
Sebelumnya beredar pemberitaan adanya desakan kaum tua yang ingin merombak semua kepengurusan partai. Berdasarkan hasil survei, saat ini popularitas Partai NasDem mencapai 4,8 persen.
Menurut Boni, nama NasDem sudah terlanjur muncul cemerlang di belantara politik nasional, sebagai partai baru yang memiliki masa depan cerah. Hasil survei sejumlah lembaga penelitian dan analisa sejumlah pengamat politik mempertegas dugaan bahwa NasDem bakal menjadi primadona baru di Pemilu 2014.
Hal itu, kata Boni, karena kepengurusan NasDem yang penuh dengan wajah muda dan pola kerja politik mereka yang bercorak populis, memberi harapan baru di tengah merosotnya kepercayaan dan harapan publik terhadap partai politik lain.(MI/wtr6)
Kamis, 28 Juni 2012
Pelita Hati : Rio Capella: Hasil Gebrakan Partai Nasdem Mulai Terasa
RMOL. Gebrakan Partai Nasdem yang akan mem-back-up para calon anggota legislatifnya dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 5-10 miliar per daerah pemilihan mulai terlihat membuahkan hasil.
Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella mengungkapkan, sudah ada beberapa politisi yang juga anggota DPR melakukan pendekatan ke Nasdem. Mereka memang belum menyatakan akan pindah, tapi mengaku tertarik pada Nasdem.
"Dampaknya sudah mulai terasa,” kata Rio kepada Rakyat Merdeka Online, tadi malam.
Siapakah anggota DPR itu?
Rio tidak menyebutkan. Dia hanya bilang, ketertarikan politisi itu bukan hanya karena iming-iming Nasdem mau biayai kampanye. Tapi lebih karena ada kesadaran harus ada perubahan dalam pola rekrutmen calon anggota DPR.
Rio menyadari, langkah Nasdem tersebut telah membuat gundah partai-partai besar. Sebagai konsekuensi, Nasdem kini diserang dan disebut merusak tatan politik dan mengajarkan politik transaksional. Namun dia tidak peduli. Dia merasa, langkah Nasdem sudah tepat.
"Inilah justru pendidikan yang benar. Agar orang-orang yang kabalititas tapi tidak punya biaya, bisa maju," katanya.
Cara ini, kata Rio, sudah dilakukan di Jerman dan Amerika. Di sana, partai mendanai calon potensial untuk maju. [zul]
Pelita Hati : Gerakan Perubahan Bukan Sekadar Jargon Partai
KENDARI -
Jargon gerakan perubahan mendasar, menyeluruh dan terpadu dengan
melibatkan seluruh stakeholder, bagi DPW Partai Nasional Demokrat
(NasDem) Sultra bukan hanya sekedar jargon saja.
"Jargon gerakan perubahan salah satunya dengan inovasi akan membiayai calon legislatif (Caleg), telah menunjukan respon positif masyarakat sebagaimana hasil survey LSI Burhanuddin Muhtadi menunjukkan elektabilitas atau penerimaan masyarakat terhadap Partai NasDdem sudah masuk 8 persen, pasalnya posisi pertama diduduki Golkar disusul PDI-P dan Demokrat," kata Ketua DPW Partai Nasdem Sultra, LM Bariun.
Posisi tersebut diduduki Partai NasDem jelasnya pada saat NasDem belum ikut Pemilu 2014, bagaimana kalau sudah ikut Pemilu tentunya akan semakin meningkat. Berdasarkan survey LSI tersebut menunjukan simpatisan Partai NasDem lebih didominasi kaum muda, remaja dan kaum intelektual.
"Bagaimana berbicara perubahan kalau partai didominasi kaum tua, khusus di NasDem, Calegnya maksimal 45 tahun karena usia 50 tahun masih disangsikan kecuali memiliki kualitas dan pengalaman lebih. Apalagi saat ini Caleg juga banyak terdapat dari organisasi sayap seperti Liga Mahasiswa Partai NasDem, begitu pula dari Garda dan Perempuan NasDem," jelasnya.
Dengan begitu ungkapnya jargon perubahan ditengah carut marutnya kondisi pemerintahan saat ini akan menjadi tantangan pembuktian bagi Partai NasDem. Hal ini diperparah semakin banyaknya masyarakat yang tidak percaya lagi terhadap kinerja pemerintahan, begitu pula kinerja anggota dewan.
"Karena itu gerakan perubahan juga harus terjadi di tingkat parlemen hingga pemerintahan, termasuk ketatanegaraan yang berhubungan dengan perilaku korup dan teror serta ancaman narkoba. Khusus di Sultra, Partai NasDem menginginkan perubahan baik perilaku, pengelolaan pemerintahan dan pembangunan, misalnya Sultra memiliki potensi tambang tapi manfaatnya belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat, pasalnya hanya memperkaya daerah lain," ungkapnya. (kp/awa/jpnn)
"Jargon gerakan perubahan salah satunya dengan inovasi akan membiayai calon legislatif (Caleg), telah menunjukan respon positif masyarakat sebagaimana hasil survey LSI Burhanuddin Muhtadi menunjukkan elektabilitas atau penerimaan masyarakat terhadap Partai NasDdem sudah masuk 8 persen, pasalnya posisi pertama diduduki Golkar disusul PDI-P dan Demokrat," kata Ketua DPW Partai Nasdem Sultra, LM Bariun.
Posisi tersebut diduduki Partai NasDem jelasnya pada saat NasDem belum ikut Pemilu 2014, bagaimana kalau sudah ikut Pemilu tentunya akan semakin meningkat. Berdasarkan survey LSI tersebut menunjukan simpatisan Partai NasDem lebih didominasi kaum muda, remaja dan kaum intelektual.
"Bagaimana berbicara perubahan kalau partai didominasi kaum tua, khusus di NasDem, Calegnya maksimal 45 tahun karena usia 50 tahun masih disangsikan kecuali memiliki kualitas dan pengalaman lebih. Apalagi saat ini Caleg juga banyak terdapat dari organisasi sayap seperti Liga Mahasiswa Partai NasDem, begitu pula dari Garda dan Perempuan NasDem," jelasnya.
Dengan begitu ungkapnya jargon perubahan ditengah carut marutnya kondisi pemerintahan saat ini akan menjadi tantangan pembuktian bagi Partai NasDem. Hal ini diperparah semakin banyaknya masyarakat yang tidak percaya lagi terhadap kinerja pemerintahan, begitu pula kinerja anggota dewan.
"Karena itu gerakan perubahan juga harus terjadi di tingkat parlemen hingga pemerintahan, termasuk ketatanegaraan yang berhubungan dengan perilaku korup dan teror serta ancaman narkoba. Khusus di Sultra, Partai NasDem menginginkan perubahan baik perilaku, pengelolaan pemerintahan dan pembangunan, misalnya Sultra memiliki potensi tambang tapi manfaatnya belum dirasakan secara nyata oleh masyarakat, pasalnya hanya memperkaya daerah lain," ungkapnya. (kp/awa/jpnn)
Langganan:
Postingan (Atom)