Selasa, 31 Desember 2013

Dampak Otonomi Daerah dan Kekuasaan yang Melampaui Batas

Oleh Wijaya Kusuma Subroto
Wijaya Kusuma SubrotoLuar biasa, Bupati Ngada, Nusantara Tenggara Timur (NTT) Marianus Sae menginstruksikan kepada Satpol PP untuk memblokir Bandara Turelelo Soa karena tidak mendapat tiket pesawat Merpati tujuan Kupang. Kejadian ini terjadi pada tanggal 12 Desember 2013, dimana landasan pacu di blokir dan dipenuhi Satpol PP serta kendaraannya. Akibatnya pesawat Merpati nomor penerbangan 6516 dari Kupang – Soa batal mendarat di Bandara Turelelo-Soa.
Aksi koboi yang dilakukan Bupati dengan memblokir Bandara Turelelo Soa, yang berada di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, sungguh membahayakan dan Jika hal ini dibiarkan dan tidak ada tindakan hukum, maka aksi koboi ini tak hanya mencoreng citra penerbangan Indonesia namun juga penerapan hukum yang masih tebang pilih. Penutupan bandara itu termasuk pelanggaran hukum berat dan sesuai dengan Pasal 421 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dinyatakan setiap yang orang berada di daerah tertentu di bandar udara, tanpa memperoleh izin dari otoritas bandar udara dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah) dan setiap orang membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Bayangkan saja pesawat yang sudah terbang dan siap mendarat, ternyata landasan pacu dipenuhi oleh begitu banyak satpol PP yang parkir kendaraanya di ujung landasan. Bagaimana bisa kendaraan tersebut menerobos masuk ke Bandara.

Kaleidoskop PolHukum 2013 (part 2)


Rabu, 25 Desember 2013

Takut Krisis Konstitusi, Presiden SBY Minta Saran Yusril

Pakar Hukum tata Negara itu mengaku diminta mengkaji fungsi MPR

Rabu, 25 Desember 2013,



VIVAnews - Presiden Suslilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta saran Pakar Hukum Tata NegaraYusril Ihza Mahendra, mengenai konstitusi di Indonesia. Presiden gamang mengenai fungsi Majels Permusyawaratan Rakyat (MPR) ke depannya.

Di kantor presiden usai pertemuan dengan Presiden SBY, Selasa 24 Desember 2013, Yusril mengaku diminta mengkaji fungsi MPR.

"Beliau tanyakan mengenai fungsi dari MPR apakah ke depanini sebaiknya di fungsikan seperti dahulu lagi. Walaupun tidak persis seperti UUD 1945 sebelum amandemen," ujarnya.

Yusril menyampaikan pandangannya ke Presiden. Menurutnya, fungsi MPR ke depan sebaiknya dikembalikan menjadi lembaga tertinggi negara yang menangani kejadian-kejadian tertentu.

"Paling tidak untuk mengatasi suatu keadaan kalau terjadi apa yang disebut krisis konstitusi," kata dia.

Presiden menyampaikan masalah-masalah konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku. 

"Ini masalah-masalah terkait dengan eksistensi di negara kita, dan Presiden mengatakan, coba Pak Yusril pikirkan ini dan bagaimana kita mengatasi ke depan kalau krisis konstitusioanl seperti itu terjadi," tuturnya. (umi)

Selasa, 24 Desember 2013

Menuju Indonesia Gemilang



Negara yang terletak  didua samudera  ini oleh para penjelajah pencari tanah baru dunia dulu dijuluki  zambrut batu manikam yang terhampar antara samudera Hindia dan samudera Pasifik . Tanahnya yang luas subur pulau dan pantainya  yang indah,menghasilkan  pala , emas , cengkeh, yang diburu oleh penjelajah. Afonso de Albuquerque seorang prajurit  Portugis dan penjelajah dunia berlayar kekepulauan rempah Maluku dan berusaha untuk menetap dan memonopoli perdagangan di daerah ini . Dari Eropa dia berlayar disekitar Afrika  ke Samudera Hindia  tahun 1515 . Kinipun 5 abad kemudian  negeri ini tetap diincar oleh para penjajah . Tapidia sekarang bertopeng sebagai investor , penambang batu bara, emas , tembaga dan migas serta hutan . Freeport , Shells , Exxon , adalah alat dia untuk menggaruk kekayaan negeri ini . Pemimpin negeri ini tidak sadar atau telah menyerah dan bertekuk lutut  dibawah telapak kakinya para penjajah modern ini . Mereka lupa dan tidak peduli kepada para pahlawan dan pendiri negeri ini . Mereka berdosa kepada Bung Karno , Bung Hatta , Diponegoro , Imam Bonjol dan pahlawan lainnya . Mereka telah menyerahkan negeri ini kepada investor asing itu tanpa merasa bersalah .Kekayaan negeri ini telah dikeruk tanpa perhitungan yang pasti. Rakyat disekitar pertambangan itu menderita diusir tanpa ada ganti rugi .Mereka diperlakukan tidak manusiawi dan dijadikan kuli . Nah sekarang kita 2014 ini  mau Pemilu mencari pemimpin yang baru .Pemimpin bagaimanakah yang akan kita pilih  ?  Jangan lagi kita ketipu samaantek2 investor asing itu . Jangan lagi kita mau dibodohin oleh penjual negara yang berkedok politisi . Kita harus cari putra sejati negeri ini . Kita harus cari pemimpin yang mencintai negeri dan rakyat ini . Kita harus pilih pemimpin yang Nasionalis yang pantang menyerah dan bertekuk lutut sama investor asing . Kita harus cari pemimpin yang jujur dan berani . Jangan salah pilih lagi. Insya allah kalau kita berhasil memilih pemimpin yang nasionalis , yang jujur dan berani , negeri ini akan bisa bangkit kembali Menuju Indonesia Gemilang .

Minggu, 17 November 2013

Starting a business in Indonesia


July 28, 2011 by james · Leave a Comment Starting a business is easy, it is only in the starting of businesses in a foreign country which could sometimes be quite a challenge. So if you are planning to set up an operation in Indonesia, there are some things which you must seriously consider before heading out to the country so that you will not waste too much time on the procedures and any processes which might be time consuming. First of all, you must learn about the country. There are many ways to learn about the country. If you have a chance to stay there for a while, make sure you do. The longer you stay, the better it is so that you will be able to grasp the local lifestyle there. This is where you must understand the culture, the weather, the language and how businesses are operated there. The best way to start a business is to first form a partnership with a local company. It will be very easy if you know someone there as doing business involves money. Once you have established a foothold among the local market, then you would be able to go out on your own. Otherwise, it is better to contact the government agency to learn about the proper procedures. Remember, there are no short-cuts here. Tags: Speak Your Mind Tell us what you're thinking... and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar! You must be logged in to post a comment.

Senin, 11 November 2013

Dr. RAHMAT SHAH


Dr. H. Rahmat Shah yang Lahir di Perdagangan, Simalungun, Sumatera Utara, 23 Oktober 1950 adalah Pengusaha sukses dan diplomat yang memperoleh gelar Lord of Rudge dari Inggris, ini telah memperoleh sejumlah penghargaan di tingkat nasional maupun internasional dalam berbagai bidang. Pendiri dan pimpinan Rahmat International Wildlife Museum & Gallery, Medan, satu-satunya di Asia untuk pendidikan konservasi, ini seorang pemburu dan petualang yang telah menjelajahi hutan belantara, menyelami sungai dan laut di berbagai belahan dunia. Ia satu-satunya putera Indonesia yang namanya masuk buku Great Hunter dan orang Indonesiapertama memperoleh African Big Five Grand Slam Award.




Putra ke II dari Gulrang Shah dan Hj. Syarifah ini  mendapat kepercayaan menjadi pengurus sejumlah organisasi menembak, taman hewan, dan lingkungan hidup, permuseuman, misalnya Pengurus Besar Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia) selama empat periode, sampai saat ini dipercaya sebagai Penatar Nasional, pengelola Taman Hewan Pematang Siantar (Siantar Zoological Park), dan Dewan Pembina Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia (FOKSI) dan Bendahara Umum Badan Musyawarah Museum Indonesia (BMMI).Ia kini dikenal sebagai pengusaha, Konsul Kehormatan Negara Turki untuk Sumatera, pemburu kelas dunia, dan politisi (tahun 1999 terpilih menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Utusan Daerah Sumatera Utara), banyak membina dan memimpin organisasi. Sejumlah organisasi usaha dan kemasyarakatan yang turut dibinanya antara lain sebagai Dewan Kehormatan BPP HIPMI, Dewan Pembina Real Estate Indonesia (REI) Sumatera Utara, Dewan Pembina Asosiasi Manajer Indonesia (AMI), Dewan Pengurus Badan Kerjasama Perusahaan Perkebunan Sumatera (BKS-PPS), Ketua Medan Club selama tiga periode (10 tahun), Ketua Dewan Pakar Inkubator Bisnis USU, pendiri Yayasan Rahmat, pendiri Yayasan Sumatera Lestari (Yasri), pendiri Pesantren H. Mohammed, Dewan Pembina YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Medan, Dewan Pembina Yayasan UISU Medan, Dewan Penasehat Majelis Adat Budaya Melayu, dan Dewan Penyantun IAIN Sumatera Utara.

Empat Pilar Kebangsaan Digugat ke MK

Empat Pilar Kebangsaan Digugat ke MK

Selasa, 29 Oktober 2013

PARANOIDNYA PRESIDEN SBY"



Twitter matanews.com

KENAPA KETUM DEMOKRAT INI GALAU SEKALI….??

1. Kenapa SBY tensinya sangat tinggi akhir2 ini? Apa penyebabnya ? Apa kata dokter kepresidenan ? Apakah SBY sakit ?

2. Hanya gara2 isu Bunda Putri yg dilontarkan LHI dan Ridwan (anak Hilmi) di Pengadilan Tipikor, SBY tiba2 senewen tingkat tinggi …

3. Pulang dari lawatan internasional, SBY bukan jelaskan hasil lawatannya malah pidato klarifikasi bhw dia ga kenal dgn Bunda Putri hehe.

4. SBY pun berjanji dalam waktu 2 hari sejak klarifikasinya itu dia akan ungkapkan siapa sesungguhnya Bunda Putri yg sdh meresahkannya itu.

5. Namun, lagi2 SBY kembali meneguhkan karakternya yang tidak pernah tepati janjinya. Rakyat Indonesia pun dikibuli SBY lagi..terlalu.

6. Mungkin SBY adalah presiden yg tdk mengerti makna my words is my bond hehe …

7. Berikutnya, gara2 tudingan media bhw BIN telah menculik prof Subur dan SBY dikomplain banyak pemimpin dunia.,.SBY pun meradang.

8. Lalu beredarlah SMS SBY yg menuduh anas dan pasek telah berbuat jahat pada dirinya…masya Allah…ga terbalik tuh Mr. Presdent ??

9. Ditahannya andi M dan didesaknya penetapan TSK Choel M yg sdh ngaku terima suap dari proyek Hambalang, makin buat presiden sewot.


Senin, 14 Oktober 2013

Siapakah yang Berdusta; SBY, LHI atau Bunda Puteri?

  • Sabtu, 12 Oktober 2013 02:41
  • Oleh:  Febri S
Ilsutrasi, Siapakah yang berdusta.

Jakarta, Sayangi.com - Sejak mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) menyebut nama Bunda Putri dalam kesaksiannya, Kamis (10/10), dan kemudian ditanggapi dengan sangat emosional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), nama Bunda Putri begitu menghebohkan publik, bahkan menjadi isu hangat dalam berita-berita di media massa akhir-akhir ini.
Siapakah Bunda Puteri yang misterius ini? Selama belum ditemukan sosok sebenarnya siapa Bunda Puteri, maka "stempel" dusta akan tetap berkelindan di antara Presiden SBY, mantan Presiden PKS LHI dan Bunda Puteri;  atau justeru para petinggi itu sudah didustai oleh Bunda Puteri? 
Saat ini masing-masing pihak (SBY dan LHI) mengatakan tidak berdusta. Kesaksian Lutfi berada di bawah sumpah, dan SBY tegas-tegas menyatakan: 1000 persen, bahkan 2000 persen LHI berbohong.
Sementara ini publik hanya menangkap dari sedikit informasi tentang Bunda Puteri, salah satunya dari kesaksian LHI.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Hilangnya Jati Diri Masyarakat dan Perantau Minang

Budaya

Kebudayaan pada dasarnya berarti seluruh warisan sosial yang di dalamnya terdapat sejumlah sub-kebudayaan atau warisan sosial khusus. Dalam hal ini kebudayaan Minang merupakan salah satu dari sekian banyak sub-kebudayaan yang jadi bagian dari kebudayaan Indonesia. Kebudayaan Indonesia merupakan hasil penggabungan dari sub-sub kebudayaan Jawa, Sunda, Minang, Bali, Bugis, Dayak, Irian Jaya, dll. Yang masing-masing sub kebudayaan memililiki karakrteristik yang berbeda-beda.
Dalam perkembangan kebudayaan masing-masing sub kebudayaan itu saling mempengaruhi karena ada pembauran masyarakat yang berbeda kebudayaan. Salah satu contoh kebudayaan yang banyak terpengaruh serta berinteraksi dengan budaya daerah lain adalah kebudayaan Minang. Banyak nilai dan budaya yang terdapat di Minang yang mengalami pergeseran makna dan tujuan. Hal ini di sebabkan pembauran budaya dan dalam hal ini tidak hanya pembauran dari sub-sub

kebudayaan yang ada di Indonesia melainkan juga pembauran budaya dari luar yang diserap oleh masyarakat Minang tanpa melalui proses filterisasi. Karena penyerapan budaya tanpa filterisasi itu, masyarakat Minang sekarang mulai kehilangan ciri khas sebagai orang Minang. Begitu juga dengan tujuan awal masyarakat Minang mulai mengalami pergeseran makna dan kehilangan identitas sebagai masyarat perantau.
Masyarakat Minang sangat kental dengan nilai budaya dan adat istiadat, sama halnya dengan tradisi merantau sangat indentik dengan masyarakat Minang. Merantau bagi orang Minang merupakan tradisi yang telah mengakar erat karena memiliki nilai yang signifikan bagi putra Minang dalam proses pematangan diri dan pencarian jati diri, serta pematangan ekonomi. Orang Minang tidak akan menjadi besar sebelum ia merantau, mau tidak mau mereka harus mengakui bahwa rantau telah membesarkan nama mereka (Ronidin, 2006:28). Faktor pembelajaran dan pencarian jati diri di daerah rantau yang berperan besar bagi perkembangan kehidupan orang Minang dan keberhasilan mereka di daerah rantau diperuntukkan bagi pembangunan nagari .
Berbeda dengan zaman sekarang, konsep dan tujuan awal perantau Minang telah mengalami kemerosotan nilai, orang Minang tidak lagi memperhatikan dan mempertimbangkan tujuan mereka merantau. Mereka hanya berusaha untuk memenuhi kebutuhan material sebagai prioritas utama. Masyarakat Minang tidak peduli lagi dengan tanggung jawab mereka sebagai perantau yang harus memakmurkan nagari (Minangkabau). Daerah rantau bagi masyarakat Minang tidak produktif lagi karena perantau tidak memanfaatkan ilmu dan keberhasilan mereka di daerah perantauan untuk kemakmuran daerah mereka. Orang Minang terkenal dengan adat yang kuat tapi, sekarang tidak lagi demikian, baik di daerah asal dan terlebih di daerah rantau. Masyarakat Minang seperti kehilangan keaslian ’Minang’ mereka.
Keaslian ’Minang’ bagi orang Minang khususya para perantau tidak hanya orang yang punya dan bisa berbahasa Minang, berbeda dengan konsep yang lazim di kalangan perantau Minang sekarang. Perantau Minang sekarang memandang keaslian ’Minang’ adalah orang yang pandai bahasa Minang dan lahir dari keturunan Minang. Konsep yang seperti ini memang benar, tapi tidak hanya itu yang dibutuhkan masyarakat Minang sebagai pedoman jati diri orang Minang. Orang yang tidak punya garis keturunan Minang juga bisa belajar dan pandai berbahasa Minang. Hal ini juga dapat membuktikan bahwa tidak hanya bisa berbahasa dan lahir di Minang yang menjadi patokan keaslian orang Minang, ditambah lagi banyaknya putra asli Minang yang lahir dan besar di daerah perantauan yang tidak bisa berbahasa Minang dan mereka ini tetap diangap orang Minang karena garis keturunan.
Keaslian ’Minang’ orang Minang di daerah asli juga mengalami penurunan nilai. Seperti penurunan fungsi mamak di mata kemenakannya. Mereka (mamak) dinggap tidak lagi membimbing dan mengayomi kemenakan seperti layaknya tugas seorang mamak. Mamak tidak lagi menjalankan kewajiban sepenuhnya sebagai mamak karena jauh dan kurangnya komunikasi dengan kemenakan serta masyarakat. Sehingga tanpa disadari masyarakat Minang mulai kehilangan budaya dan ciri khas. Pergeseran bahasa untuk sebutan mamak juga mulai terjadi, di zaman sekarang panggilan ’mamak’ atau ’etek’ mulai tergantikan dengan sebutan ’om’ dan ’tante’. Masyarakat Minang memandang pergeseran bahasa dari ’mamak’ ke ’om’ hal yang biasa, tapi sebenarnya sebutan mamak merupakan ciri khas orang Minang yang cukup kental karena di daerah lain tidak ada sebutan mamak untuk memanggil saudara laki-laki ibu dan orang yang disegani dalam satu suku. Selain itu para perantau Minang yang laki-laki semakin banyak menikah dengan gadis non-Minang secara tidak langsung mereka mengurangi populasi orang minang, karena anak yang dilahirkan tidak berstatus Minang. Garis keturunan yang dianut orang Minang adalah matrilinear. Dari pergeseran-pergeseran nilai yang terjadi dalam masyarakat Minang terdapat penurunan dan hilangnya jati diri masyarakat dan perantau Minang. 

 (Ridwandi Al Rasyid.)

JFK, Indonesia, CIA & Freeport Sulphur

“Masa lalu adalah Prolog” (Tertulis di Arsip Nasional, Washington, DC)
Dalam Bagian Satu dari artikel ini (Probe, Maret-April, 1996) kami telah bicarakan tentang Freeport melalui tahun-tahun awal pengambilalihan tambang mereka oleh pemerintah Kuba yang berpotensi menguntungkan di Teluk Moa Bay, sebagaimana pelarian mereka bersama Presiden Kennedy mengenai masalah penimbunan ini. Namun konflik terbesar yang akan dihadapi Freeport Sulphur adalah mengenai perumahan di satu negara menghasil cadangan emas terbesar di dunia dan cadangan tembaga:ketiga terbesar, yaitu: Indonesia. Untuk memahami kerusuhan terakhir di pabrik Perusahaan Freeport (Maret, 1996), kita perlu melihat kepada akar dari perusahaan ini, untuk menunjukkan bagaimana hal-hal yang mungkin sangat berbeda harus Kennedy jalani untuk melaksanakan rencananya bagi Indonesia.

Jumat, 30 Agustus 2013

Sarundajang Penasaran Baca Buku Tumbal Politik Cikeas



TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-Buku Anas Urbaningrum Dalam Sorotan Status Facebook Tumbal Politik Cikeas, karya Ma'mun Murod Al-Babasy, mengundang penasaran Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Hari Sarundajang.
Apalagi hingga kini dia masih belum membaca buku yang namanya turut diungkap dalam buku tersebut mengenai rivalitas antara Susilo Bambang Yudhoyono dan (SBY) Anas terkait pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat di daerah-daerah.
Ma'mun Murod mencontohkan kemarahan SBY ketika Sinyo Hari Sarundajang, Gubernur Sulawesi Utara yang juga Ketua DPD Sulawesi Utara Partai Demokrat, terjungkal dalam musyawarah daerah di Hotel Peninsula, Manado, 6-7 April 2011. Kala itu dalam pemilihan Ketua Partai Demokrat Sulawesi Utara, Sarundajang kalah telak dari Vicky Lumentut, Wali Kota Manado dengan perolehan 11 suara banding tiga untuk Vicky.
"Saya belum membaca bukunya," ungkap dia, saat ditemui Tribun, usai diwawancarai Pra-Konvensi oleh Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat di Wisma Kodel, Jakarta, Rabu (28/8/2013).
"Saya tertarik dong membacanya. Anda punya bukunya. Saya tertarik membacanya," sambung Sarundajang.
Dia juga menanyakan apa yang ditulis dalam buku Anas. "Yang ditulis di situ mengenai saya apa?" tanyanya kepada Tribun.
Buku itu berkisah mengenai kedekatan dan keinginan kuat SBY agar Sarundajang terpilih sebagai Ketua DPD Sulawesi Utara Partai Demokrat, juga diakuinya terjadi saat itu. Namun, realitas di bawah, DPC-DPC justru menyatakan penolakannya terhadap Sarundajang dan lebih melirik Vickyt. Melihat realitas politik saat itu, tulis Ma'mun, Anas Urbaningrum yang selalu mencoba bersikap demokratis dan proporsional, benar-benar menyerahkan sepenuhnya kepada DPC-DPC.
Kemarahan SBY pun disebutkan meledak. "SBY mengirim SMS ke Anas Urbaningrum yang isinya bernada ancaman," kata Ma'mun, mantan Sekretaris Departemen Agama DPP Partai Demokrat  yang dikenal sebagai loyalis Anas dalam buku itu.
Namun pada intinya melalui SMS tersebut SBY menyebut Anas sudah tidak loyal. "SBY akan bikin perhitungan dengan Anas Urbaningrum, begitu menurut Anas Urbaningrum," tulis Ma'mun di buku setebal 282 halaman tersebut.
Semua kisah itu tidak dipungkiri Sarundajang. Namun baginya, kejadian tak terpilihnya dia menjadi Ketua DPD adalah kisah masa lalu.
"Saya mau baca, walaupun itu masa lalu lah. Kita lihat ke depan saja sekarang," ucapnya sambil mengaku sampai saat ini sudah tidak lagi menjalani kontak dengan Anas yang kini sudah ditetapkan tersangka oleh KPK ini.

Selasa, 27 Agustus 2013


JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto mengakui elektabilitas atau tingkat keterpilihan partainya meningkat sejak menggandeng Hary Tanoesudibjo (HT) menjadi Calon Wakil Presiden. 

"Sangat sekali. Jadi karena mungkin (partai lain) belum ada yang punya pasangan. Pasangan saya dengan Pak HT, dalam dua bulan terakhir tingkat elektabilitas dan popularitasnya keduanya naik,"ujar Wiranto saat ditemui usai menghadiri acara Halal Bihalal Partai Golkar di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Senin (26/8/2013).

Menurut Wiranto, peranan media juga menjadi salah satu faktor yang mendukung kenaikan elektabilitas dan popularitas partai bernomor urut 10 itu . Media televisi disebut sangat berperan meningkatkan elektabilitas, lantaran  mayoritas masyarakat Indonesia lebih memilih melihat televisi dibanding membaca untuk mendapat informasi. 

"Ya media, terutama media televisi. Karena masyarakat kita itu melihat sesuatu (televisi)lebih enak ketimbang membaca. Ini mungkin salah satunya, media televisi itu yang mungkin menaikan tingkat popularitas WIN-HT ini,"paparnya.
(crl)

Senin, 26 Agustus 2013

Museum Jakarta


KOMPAS.com - Museum masih menjadi salah satu tempat menarik untuk dikunjungi masyarakat Jekarta. Selain hiburan, museum juga sarana wisata edukatif yang tetap dibutuhkan masyarakat di tengah serbuan pusat-pusat hiburan dan wisata modern saat ini. Untuk itulah, kali ini secara khusus Kompas.com mengajak Anda berkunjung ke Museum Sejarah Jakarta, salah satu museum bersejarah di Jakarta dalam bentuk virtual. Dalam format foto 360 derajat, Anda bisa menyaksikan dan mengamati "dari dekat" setiap sudut museum ini. Mulanya, pada masa pemerintahan VOC di Batavia, Museum Sejarah Jakarta digunakan sebagai gedung Balaikota (Stadhuis). Pada 27 April 1626, Gubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627) membangun gedung balaikota baru yang kemudian direnovasi pada tanggal 25 Januari 1707 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Joan van Hoorn dan baru selesai pada tanggal 10 Juli 1710 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck. Selain sebagai Balaikota, gedung ini juga berfungsi sebagai Pengadilan, Kantor Catatan Sipil, tempat warga beribadah di hari Minggu, dan Dewan Kotapraja (College van Scheppen). Pada tahun 1925-1942 gedung ini juga dimanfaatkan sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pada tahun 1942-1945 dipakai untuk kantor pengumpulan logistik Dai Nippon. Tahun 1952 digunakan pula sebagai Markas Komando Militer Kota (KMK) I yang kemudian menjadi Kodim 0503 Jakarta Barat. Setelah itu pada tahun 1968 gedung ini diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta dan kemudian dijadikan sebagai Museum pada tahun 1974. Segala ihwal Jakarta Terletak di Jalan Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat, Museum Sejarah Jakarta adalah sebuah lembaga museum yang memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada tahun 1919, dalam rangka 300 tahun berdirinya kota Batavia, warga kota Batavia khususnya Belanda mulai tertarik dengan sejarah kota Batavia. Pada tahun 1930 didirikanlah sebuah yayasan yang bernama Oud Batavia (Batavia Lama) yang bertujuan untuk mengumpulkan segala ihwal tentang sejarah kota Batavia. Tahun 1936, Museum Oud Batavia diresmikan oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (1936-1942), dan dibuka untuk umum pada tahun 1939. Museum Oud Batavia ini merupakan lembaga swasta di bawah naungan Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Ikatan Batavia untuk Seni dan Ilmu Pengetahuan) yang didirikan pada tahun 1778 dan turut berperan dalam mendirikan Museum Nasional. Koleksi-koleksinya kebanyakan merupakan peninggalan-peninggalan masyarakat Belanda yang bermukim di Batavia sejak awal abad XVI, seperti mebel, perabot rumah tanngga, senjata, keramik, peta, serta buku-buku. Pada masa kemerdekaan, Museum Oud Batavia berubah nama menjadi Museum Djakarta Lama dibawah naungan LKI (Lembaga Kebudayaan Indonesia) dan pada tahun 1968 diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta. Setelah Museum Sejarah Jakarta diresmikan pada tanggal 30 Maret 1974, maka seluruh koleksi dari Museum Djakarta Lama dipindahkan ke Museum Sejarah Jakarta dan ditambah dengan koleksi dari Museum Nasional. Sejak 1999, Museum Sejarah Jakarta digagas bukan sekedar sebagai tempat untuk merawat dan memamerkan benda yang berasal dari masa penjajahan, tetapi harus bisa menjadi tempat bagi seluruh khalayak untuk menambah pengetahuan dan pengalaman tentang sejarah kota Jakarta, serta dapat dinikmati sebagai tempat rekreasi. Museum ini berupaya menyediakan berbagai informasi mengenai perjalanan panjang sejarah kota Jakarta, sejak masa prasejarah hingga masa kini dalam bentuk yang lebih kreatif, serta menyelenggarakan kegiatan yang rekreatif dan menarik guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya warisan budaya. Selamat menyaksikan! Sumber: www.asosiasimuseumindonesia.org

Sejarah Jakarta

Oleh : Yudhi S Suradimadja
Sejarah Jakarta
Orang Betawi selama empat abad (12-16 Masehi) pernah menjadi rakyat Pajajaran. Pusat kotanya ada di Pakuan, sekitar Bogor sekarang. Pada masa itu orang Betawi telah berbahasa Melayu, sementara kerajaan Pajajaran berbahasa Sunda. Sejak abad ke-12 pelabuhan Kalapa dikuasai Pajajaran dan berganti nama jadi Sunda Kelapa. Kerajaan ini beragama Budha. Tidak heran kalau pendeta Budha punya kedudukan istimewa. Tapi, orang Betawi hampir tidak ada yang beragama Budha, mereka menganut kepercayaan lama.
Pada abad ke-14 di Karawang berdiri Pesantren Kuro. Karawang termasuk wilayah Pajajaran. Yang memerintah adalah Prabu Siliwangi. Menurut penuturan Yahya Andi Saputra, yang banyak menekuni sejarah Jakarta, suatu ketika Prabu Siliwangi mengunjungi Pesantren Kuro. Di sini sang prabu jatuh hati pada seorang putri bernama Subang Larang. Sang Prabu dikaruniai putera bernama Kyan Santang. Ia menganut agama Islam.
Orang Betawi banyak yang mengikuti agama Islam yang disebarkan Kyan Santang. Pendeta kerajaan Pajajaran menilai Kyan Santang melakukan penyimpangan, atau langgara. Karena itu, tempat bersembahyang (shalat) pengikut Kyan Santang dinamakan langgar. Orang Betawi sampai kini lebih banyak menyebut langgar katimbang mushala.
Pelabuhan Sunda Kalapa sejak dikuasai Pajajaran sangat makmur. Banyak disinggahi kapal-kapal dari mancanegara, disamping perahu dari berbagai tempat di Nusantara. Menurut penuturan Yahya Andi Saputra, kesenian di zaman itu berkembang pesat. Seperti tari-tarian dan gamelan. Orang Betawi banyak yang berprofesi di bidang kesenian. Mereka memajukan kesenian Betawi, seperti topeng, ubrug dan ujungan.

Rabu, 21 Agustus 2013

PT Kernel Gelontorkan Uang untuk Muluskan Ekspansi ke SKK Migas

  • Penulis :
  • Icha Rastika
  • Selasa, 20 Agustus 2013 



JAKARTA, KOMPAS.com — Komisaris PT Kernel Oil Private Limited (KOPL) Simon G Tanjaya,  melalui pengacaranya, Junimart Girsang, mengaku telah menggelontorkan sejumlah uang demi memuluskan rencana PT KOPL untuk berekspansi ke kegiatan hulu minyak dan gas. 

Simon mengaku telah menyerahkan uang kepada Deviardi alias Ardi, pelatih golf Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini, senilai total 700.000 dollar AS.

"Pak Simon ingin ekspansi perusahaan Kernel Oil ke SKK Migas," kata Junimart di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (20/8/2013). 

Menurutnya, PT Kernel Oil ingin berekspansi ke kegiatan hulu minyak dan gas karena selama ini hanya bergelut dalam bisnis solar. PT Kernel, kata Junimart, belum pernah ikut tender di SKK Migas. 

"Karena selama ini mereka bergerak di bidang perdagangan solar. Solar ini hubungan ke Dirjen Migas, ke BPH Migas, dan ke Kementerian Perdagangan," kata Junimart. 

Ia juga mengungkapkan, kliennya memberikan uang kepada Deviardi karena menganggap Ardi sebagai sekretaris SKK Migas. Kepada Simon, kata Junimart, Ardi mengaku sebagai sekretaris SKK Migas. Mengenai kepada siapa saja uang 700.000 dollar AS dibagi-bagikan oleh Ardi, Junimart mengatakan bahwa kliennya tidak mengetahui hal tersebut.

Simon mengaku tidak tahu jika kemudian uang itu diberikan Ardi kepada Rudi. "Hanya beliau mengetahui uang itu diserahkan melalui Pak Ardi, nanti Pak Ardi yang akan mengatur pembagian ke sana, kemari," ujarnya. 

Simon pun, lanjut Junimart, mengaku tidak kenal Rudi ataupun pejabat SKK Migas yang lain. 

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Rudi sebagai tersangka atas dugaan menerima suap dari petinggi PT KOPL Simon terkait kegiatan hulu minyak dan gas. Selain Rudi dan Simon, KPK juga menetapkan Deviardi sebagai tersangka. 

Sama halnya dengan Rudi, Deviardi diduga menerima uang dari Simon. Beberapa hari lalu, Deviardi dan Rudi tertangkap tangan penyidik KPK di kediaman Rudi dengan barang bukti uang senilai 400.000 dollar AS, 90.000 dollar AS dan 127.000 dollar Singapura, serta motor berkapasitas mesin besar bermerek BMW. 

Tim penyidik juga menyita uang tunai 200.000 dollar AS dari kediaman Ardi. Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah menggeledah ruang kerja Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karyo. Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita uang 200.000 dollar AS yang dibungkus dalam tas hitam. Selain menggeledah ruangan Sekjen ESDM, KPK menggeledah kantor SKK Migas sejak Rabu (14/8/2013) malam, hingga Kamis (15/8/2013) sore. 

Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah uang dan emas di ruangan Rudi. Nilai uang yang ditemukan sekitar 60.000 dollar Singapura, 2.000 dollar AS, dan kepingan emas seberat 180 gram. KPK juga menyita uang dalam deposit box yang berada di Bank Mandiri, Jakarta, senilai total 350.000 dollar AS.

Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Kamis, 18 Juli 2013

Takana Kampuang


 
     





Mengucapkan Selamat menjalankan ibadah puasa dan Selamat Hary Raya Idul Fitri 1434 H .

Mohon maaf lahir bathin buat sanak saudaro sa Gobah Koto dan sa Sungai Pua , baik dikampuang ataupun sanak nan ado dirantau .



Senin, 18 Maret 2013

Dua tokoh senior





                     

                                    Mungkinkah mereka bersatu dalam Pemilu 2014 ?





Minggu, 17 Maret 2013

Anas masih Kokoh


Mantan Ketum Demokrat ini sekarang tetap tegar menghadapi kasus yang menimpanya. Meskipun banyak hujatan dan kritik yang ditimpakan pada dirinya , dia berlaku tenang tak kelihatan gugup . Publik sekarang menunggu langkah besar apa yang akan dilakukannya .Kelihatannya dia merupakan tokoh muda yang sangat potensial .

Jumat, 08 Maret 2013

Anda berminat menjadi wakil rakyat ?


Setahun lagi pemilu akan berlangsung. Keriuhan dan kesibukkan aktivitas parpol meningkat keras. Partai mempublikasikan pencarian bakal caleg yang diperlukan baik dimedia cetak maupun elektronik . Disini ada pertanyaan yang mengganjal hati . Kenapa partai mencari bakal calegnya dari luar ? Kenapa tidak mencari dari internal partai ? Kalau dari internal tidak ada atau kurang barulah cari dari luar . Tapi dengan pendekatan  budaya timur bukan dipublikasikan dimedia begitu .  Lakukan pendekatan pribadi . Terasa akan lebih elegan .Juga akan lebih baik hasil dan dampaknya .

Senin, 04 Maret 2013

Partai Nasdem pendatang baru


Nasdem sebagai partai baru dapat diibaratkan bagai bayi yang baru lahir . Bayi molek cantik yang disenangi dicium digendong dan dibelai keluarganya. Diajak bermain dan bercanda . Dan berselang waktu dia tentu akan tumbuh menjadi anak yang bisa berjalan dan berlari . Dia akan bermain dengan apa saja yang dapat dijangkaunya . Dia akan pergi keluar ketempat dimana dia suka . Dia belum tahu apa2 bahaya yang akan menimpa dirinya..Dia mulai membandel . Disini  Pengawasan dan pendidikan orang tua tidak bisa ditawar .Orang tua dan saudara2-nya harus mengawasinya . Nah begitu pula dengan  Partai Nasdem  sebagai partai baru yang menarik dengan jargon restorasinya   digandrungi  dicintai dan didekati oleh banyak orang .Partai tumbuh cepat karena dipercaya dan disenangi . Partai  berkembang  dan mengakar diseluruh pelosok nusantara  .Tapi  Jika tidak ada pengawasan dan pengarahan dari Dewan Piminan Pusat  partai  tentu akan berjalan melenceng dari garis yang telah ditentukan . Dan jika itu terjadi maka partai tidak akan lagi digandrungi dicintai dan didekati rakyat .